Pemkot Bandar Lampung Tunggu Bapanas soal Bantuan Beras Akhir Tahun

 


Bandar Lampung — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung masih menunggu penugasan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) terkait kemungkinan penyaluran bantuan beras pada akhir 2026. Rabu, (07/10/2026). 

Hingga kini, Pemkot Bandar Lampung belum dapat memastikan waktu maupun frekuensi penyaluran bantuan beras hingga penghujung tahun. Kebijakan tersebut masih menunggu penugasan dari pemerintah pusat.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pangan Kota Bandar Lampung Ni Made Ayu Kumala Dewi mengatakan pihaknya tidak ingin mendahului kebijakan Bapanas maupun Bulog.

“Belum dapat informasi lebih lanjut. Jadi saya tidak mau mendahului. Kalau nanti sudah ada informasi atau penugasan baru dari Bapanas terkait pembagian beras tahap selanjutnya, kami sifatnya siap saja,” kata Ni Made. 

Menurutnya, penyaluran bantuan pangan berpotensi kembali dilakukan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), termasuk periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Namun, Pemkot Bandar Lampung masih menunggu kepastian resmi sebelum melakukan persiapan di lapangan.

“Kita siap di lapangan kapan pun untuk berkoordinasi. Ketika nanti sudah ada penugasan, kita akan langsung turun dan mendampingi,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemkot Bandar Lampung juga tengah berupaya mengisi kembali cadangan pangan pemerintah daerah melalui Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD).

Ni Made mengatakan, izin prinsip untuk pengadaan cadangan pangan tersebut telah diajukan. Namun, hingga kini belum ada tanggapan dari Bulog pusat terkait permohonan tersebut.

“Kalau kita mau mengisi kembali cadangan pangan kita, kita bersurat memohon untuk bisa. Nah, itu belum ditanggapi suratnya. Jadi kami sifatnya menunggu,” jelasnya.

Meski demikian, Pemkot Bandar Lampung memastikan telah menyiapkan anggaran untuk mengantisipasi kebutuhan pangan masyarakat, terutama apabila terjadi gejolak harga menjelang Nataru.

Dinas Pangan juga terus berkoordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna mengantisipasi potensi gangguan stabilitas harga maupun kondisi lain yang dapat memengaruhi ketersediaan pangan.

Lebih baru Lebih lama