PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) terus memperkuat kinerja operasional sekaligus hubungan sosial di wilayah kerja sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kebun negara. Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam kunjungan kerja Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV, Arya Sandhiyudha, ke Kebun dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Bekri, PTPN IV Regional VII.
Dalam kunjungan tersebut, Arya Sandhiyudha meninjau langsung aktivitas operasional di Afdeling 3 Kebun Bekri serta proses pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) di PKS Bekri. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi lapangan sekaligus memastikan kegiatan kebun dan pabrik berjalan dengan baik dalam mendukung pencapaian kinerja operasional Regional VII.
Kunjungan tersebut tidak hanya berfokus pada aspek produksi. Arya juga menyempatkan diri bersilaturahmi dan berdialog dengan jajaran manajemen serta pekerja. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan arahan mengenai pentingnya menjaga semangat kerja, kepatuhan terhadap legalitas, serta membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Dalam arahannya, Arya menegaskan bahwa keberadaan kebun negara memiliki tanggung jawab yang lebih luas dari sekadar menghasilkan kinerja produksi. Kebun negara harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk petani sawit dan keluarga serta masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Kebun negara kita harus memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk petani sawit dan keluarga, serta rakyat Indonesia. Karena itu, apa yang kita kerjakan di Regional VII harus memiliki manfaat yang nyata, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat di sekitar kebun,” ujar Arya.
Menurutnya, keberlanjutan operasional perusahaan tidak dapat dilepaskan dari hubungan yang baik dengan masyarakat. Oleh karena itu, seluruh insan perusahaan perlu memahami bahwa keberadaan kebun dan pabrik juga memiliki dimensi sosial yang harus dijaga bersama.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan bagi Regional VII yang menjalankan kegiatan operasional di tiga wilayah, yakni Lampung, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.
“Yang ada di Regional VII, karyawan di Bengkulu, Lampung, dan Sumatera Selatan harus terus menjalankan tugas dengan semangat. Energinya jangan sampai habis. Bekerja tanpa jeda dengan niat dan amalan yang baik,” katanya.
Arya juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara aspek legalitas dan hubungan sosial dalam pengelolaan kebun negara.
Baginya, kepatuhan terhadap aspek hukum merupakan fondasi penting dalam menjalankan operasional perusahaan. Namun, keberadaan perusahaan di tengah masyarakat juga membutuhkan kepercayaan dan penerimaan sosial yang dibangun melalui komunikasi serta kontribusi nyata.
“Kita harus menjaga legalitas hukum dari kebun, tetapi pada saat yang sama juga harus mengangkat legitimasi sosial. Legalitas harus kuat, dan kepercayaan masyarakat juga harus terus kita bangun,” tegas Arya.
Legitimasi sosial, lanjutnya, tidak dibangun hanya melalui komunikasi, tetapi juga melalui bagaimana perusahaan menjalankan kegiatan operasional secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Karena itu, seluruh karyawan Regional VII diharapkan mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab sekaligus menjaga hubungan baik dengan lingkungan sosial di sekitar kebun.
Dalam kesempatan tersebut, Arya juga menyampaikan kepercayaan kepada seluruh karyawan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal.
“Saya percaya kepada seluruh karyawan untuk menjalankan tugasnya dengan baik. Kepercayaan itu harus dijawab dengan kerja yang sungguh-sungguh dan memberikan kebahagiaan serta manfaat bagi masyarakat sekitar kebun, sehingga mereka terus bersama kita,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari pencapaian produksi dan kinerja finansial, tetapi juga dari kemampuan perusahaan menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan.
Bagi PTPN IV Regional VII, operasional yang kuat dan hubungan sosial yang terjaga merupakan dua hal yang saling mendukung. Kinerja kebun dan pabrik perlu berjalan beriringan dengan upaya membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat, petani sawit, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya.
Melalui kunjungan tersebut, PTPN IV Regional VII terus mendorong seluruh jajaran untuk menjaga produktivitas dan profesionalisme dalam bekerja, sekaligus memastikan bahwa keberadaan kebun negara mampu memberikan manfaat yang semakin luas.
Dengan semangat menjaga kebun, menjaga kinerja, dan menjaga kepercayaan masyarakat, PTPN IV Regional VII berkomitmen menjadikan operasional perkebunan tidak hanya sebagai penggerak produktivitas perusahaan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memberikan manfaat bagi petani, masyarakat, dan perekonomian daerah.
